Minggu, 17 Februari 2008

Sepenggal Kisah "Cintapuccino"


Chicklit, singkatan dari chick literature (baca : bacaan cewek), asli Indonesia sangat jarang. Dari yang jarang itu muncul chicklit Cintapuccino karya Icha rahmanti. Jauh sebelum novel ini dijadikan film layar lebar (maaf...aku sendiri belum sempet nonton filmnya hehehe) , aku udah suka banget, saking sukanya mungkin udah lebih dari 10 kali aku bacanya ( tuch kan...ngelebihin jadwal maem obat hehehe...) , kali kalo dianalogikan dengan obat, aku udah over dosis....:))

Kenapa suka??? ehm, mungkin karena alur ceritanya asik, masuk akal, dan punya ending yang nggak disangka, dan tentunya karena penulisnya menyajikan dengan cerdas, tetapi tetap asik.

Bersetting di Bandung, ada seorang Rahmi yang memiliki obsesi "mengkronis" yang sudah dia pendam selama kurang lebih 10 tahun pada seorang Dimas Geronimo "NIMO". Yang rela melakukan apapun untuk mendekati target.... dari ikut semua kegiatan yang diikuti NIMO, masuk ke fakultas yang disitu ada NIMO, dan bekerja dimana NIMO berada (walaupun akhinya resign karena ternyata tidak sesuai dengan hatinya dan membuka sebuah distro). Tetapi sampai obsesinya akan NIMO mengkronis, dia belum bisa mewujudkannya. Sejalan dengan obsesinya yang terus menggerogoti hatinya, Rahmi akhirnya bertemu dengan seorang Danang Raka Sudiro "RAKA" seorang reporter TV yang cerdas, tampan, dan berbagai kriteria yang perfect untuk seorang pria. Rahmi dan Raka akhirnya memutuskan untuk menikah, tetapi karena "keperfect-an" nya Raka memutuskan untuk mengakhiri hubungannya setelah mengetahui obsesi Rahmi akan NIMO. Pada akhirnya Rahmi dapat mewujudkan obsesinya walaupun dengan jalan yang penuh liku.

...........

Raka, Buat aku kalo cinta kita itu secangkir kopi item, aku sama Nimo adalah Cappucinno - olahan dari espresso (ekstrak kopinya lebih kuat, sekuat keyakinan yang bikin obsesiku mengkronis, dan perasaanku sekarang that I have to do this). Jadi bukan kopi hitam regular, karena ada obsesi, ada manis, pait, semuanya deh... I called it cintapuccino, walaupun jujur sekarang masih di tahap awal lagi ( brewing bukan ya istilahnya? tahap nyiapin) ...hmmmm perumaan kopi ini kan gara-gara kamu suka kopi item dan kamu dulu suka bilang kalo cinta kita itu kopi item regular, cinta yang natural, klasik, yang meant to be... gak macem-macem, so pure seperti habit-nya black coffee...inget gak kuliah kamu tentang kopi di date kedua kita dulu? kamu ajarin aku definisi-definisi kopi ( hua...kamu itu pinter banget ya, tau macem-macem....)

Terima kasih karena pernah ada dan jadi bagian dari hidup aku. U're the best I've ever had...really wish you all the next best things in life....

...........

Sejauh ini, kalaupun kita memiliki obsesi "Whatever", kita memiliki kemampuan untuk memilih apakah menyimpan obsesi itu dan menguburnya dalam-dalam, atau mencoba membuatnya nyata walaupun lewat jalan yang misterius yang bernama kebetulan atau keberuntungan.

By the way.... pernahkah kamu punya seorang NIMO, seseorang yang menjadi obsesi kamu selama bertahun-tahun? atau kamu menjadi NIMO bagi orang lain tanpa kamu sadari?.....

Tidak ada komentar: